Rabu, 05 Oktober 2011

MENUJU PTN IDAMAN

Lulus SMK/SMA adalah mudah, mengingat sistem penentuan kelulusan telah dirancang agar peserta didik dapat lulus sebanyak mungkin, atau ada upaya menurunkan tingkat ketidak-lulusan. Jatah 40 % nilai Sekolah, sangat membantu sekali untuk bisa meluluskan peserta didik dengan NUM di bawah dua sekalipun. Sebagai contoh, jiak nila sekolah 8,0 (menyumbang nilai 3,2pada Nilai Akhir) maka nilai ujian nasional 1,5 (menyumbang 0,9 NA) maka nilai pelajara peserta didik akan menjadi 4,1 , tentu sudah memenuhi syarat untuk lulus bagi mata pelajaran bersangkutan.

Dengan realita tersebut, maka sekolah-sekolah yang lulus 100 % adalah wajar, artinya, sekolah tersebut telah melakukan antisipasi perhitungan tingkat kelulusan dengan totalitas berpihak pada siswa "student's base prediction", sedang sekolah-sekolah yang tingkat kelulusannya di bawah 100 % bisa menjadi kasus kajian, pakah pihak sekolah setengah hati dalam "memanage" nilai sekolah, tidak totalitas agar semua siswa lulus, atau memang siswa memiliki nilai di bawah 1,0. Kalau sekolah "menyetor" nilai seadanya,  probabilitasnya sangat kecil, karena pada dasarnya guru akan berusaha menolong siswanya, ini terlihat pada saat sistem EBTANAS, nilai komponen P dan Q bila masih memungkinkan pasti dikatrol meski sampai nilai 10 total.

Masalahnya, ujian masuk perguruan tinggi (negeri),  peserta bukan hanya butuh nilai minimal, tetapi harus mencapai nilai di atas jatah bangku yang diperebutkan. Jika suatu fakultas daya tampungnya 100 orang, peserta seleksi 1000 orang, maka seorang peserta paling tidak harus dapat mengalahkan 900 calon lainnya, bukan seperti yang dianggapkan selama ini berarti haris mengalahkan 10 orang (1 : 10). Mengingat karakter test yang berupa test seleksi, maka semakin memiliki nilai paling tinggi, seorang peserta memiliki kans lebih besar. Bagaimana seorang peserta dapat memenangkan persaingan ini ? 

Sudah tentu bnyak hal yang harus dilakukan. Berikut adalah salah satu cara untuk menguasai materi test masuk perguruan tinggi. :  

Dalam Taksonomi bloom, mengingat (hafalan dikatagorikan sebagai tingkatan C1), sedangkan Tingkatan berikutnya adalah Pemahaman (C2), C3, C4, C5 dan C6. artinya, derajat atau tingkat kesulitan katakanlah tingkat kesulitan soal, akan bergerak dari C1, C2, C3 dan seterusnya.

Namun dalam sehari-hari, kita sering mendengar kalimat : gak perlu hafal, yang penting paham. Ini kelihatannya manis didengar, tapi sesungguhnya memutarbalikkan fakta. Karena, bagaimana mungkin orang akan paham, kalau dia sendiri tidak mengingat apa yang harus dipahami. Berbeda dengan Rumus, misalnya rumus fisika, bukan rumusnya yang dihafal, tapi pengertian tentang konsep yang kemudian diformulasikan menjadi rumus itulah yang perlu diingat, kemudian dimengerti, dipaham dan kemudian diformulasikan ke dalam rumus.

Sebagai misal, rumus tentang gaya, bukan rumus gaya yang dikedepankan untuk dihafal (F=m.a). tetapi konsep tentang hubungan gaya, massa dan percepatan itulah yang harus diingat lebih dahulu. Gaya berbanding langsung dengan perkalian massa dan percepatannya itu lah yang harus dikedepankan. Sehingga, ketika seseorang memformulasikan gaya (G), massa (m) dan percepatan (p), rumus gaya dalam konsep bahasa indonesia menjadi G=m.p ini bisa saja menggantikan rumus gaya dalam konsep bahasa inggris F=Force, m=mass dan a = akseleration. Yang terpenting adalah maksud konsepnya benar, meskipun, kita juga tetap mengajarkan konfensi-konfensi internasional tentang rumus.

Uraian di atas menegaskan, bahwa C1, mengingat, atau katalainnya menghafal, adalah grade awal dalam tahap penguasaan, sebelum tahapan-tahapan berikutnya dapat dipegang. Tuntutan ini didukung oleh realitas bahwa bagaimana cara menghafal dengan cepat menjadi salah satu bidang yang terus berkembang.

Mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya. . bagaimana caranya Joe Sandy & Darko bisa menghapal banya angka seperti itu.? jawabannya adalah mereka menggunakan sistem mnemonic yaitu sistem menghapal. tetapi setelah kita mengetahui apa itu mnemonic, kita tetap harus melatihnya.. . ini adalah beberapa catatan tentang mnemonic

Mnemonic berasal dari bahasa Yunani, "Mnemosyne", yang berarti Dewi Memori. Yang dimaksud Mnemonic adalah menghafalkan sesuatu dengan "bantuan". Bantuan tersebut bisa berupa singkatan, pengandaian dengan benda, atau "linking" (mengingat sesuatu berdasarkan hubungan dengan suatu hal lain), dan masih banyak metode lain. Contoh Mnemonic yang paling populer adalah "MEJIKUHIBINIU" (Merah-Jingga- Kuning-Hijau- Biru-Nila- Ungu) yang digunakan untuk menghafalkan warna pelangi.

Mnemonic adalah teknik untuk mengingat informasi yang sangat sulit untuk diingat kembali. Terdapat tiga prinsip dasar ketika menggunakan mnemonic, yakni imajinasi, asosiasi, dan lokasi. Dengan memadukan ketiganya, Anda dapat menggunakan ketiga prinsip ini untuk membangun sistem mnemonic memori yang powerful.

Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa mnemonic adalah teknik untuk memudahkan mengingat sesuatu yang dilakukan dengan membuat rumusan atau ungkapan, atau menghubungkan kata, ide, dan khayalan. Dengan kata lain mnemonic berarti teknik untuk mendayagunakan daya ingat dengan cara-cara tertentu.

Adapun manfaat penggunaan mnemonic, karena memudahkan mengingat, tentunya juga akan memudahkan belajar. Hambatan belajar akan hilang. Ini akan membangkitkan motivasi siswa untuk lebih giat belajar, sehingga akhirnya dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Ternyata ada teknik untuk menghapal dengan mudah, namanya Mnemonic Techniques. Mnemonic yang diambil dari bahas Yunani yaitu mnemonikos yang artinya “mengingat”. Ada banyak teknik mnemonic yang dapat dilakukan supaya daya ingat bisa lebih kuat dan hapalan bisa bertahan lebih lama di kepala. Contohnya:

· Acronyms. Teknik ini yang paling mudah dan paling sering digunakan. Carannya dengan menyingkat hal-hal yang harus kita ingat. Misalnya untuk warna pelangi, seringnya disingkat mejikuhibiniu (merah, jingga, kuning, hijau, nila, dan ungu).Contoh lain adalah henearkripxendon (helium, Neon, Argon Kripton, Xenon dan Radon) untuk menghafal anggota Golongan VIII (gas Mulia). Namagalsiposclar (Natrium, magnesium, Silikon, Pospor, Clor, dan Argon (Perioda 3 sistem periodik), juga Scantivacromanfeconicuz (Scandium, Titanium, vanadium, Crom, Mangaan, Ferum, Cobalt, Nikel, Cuprum dan Zinkum, Unsur Transisi Perioda 4).

· Acrostics. Hampir-hampir sama dengan acronyms, kita berusaha mengingat sesuatu dengan membuat kalimat baru. Misalnya menghafal nama-nama planet yang berurutan dari matahari, Merkurius, Venus, Bumi, bisa disingkat menjasi Merah Vespa Baru, Contoh lain adalah Fatimah Cilik Barange isine atos ( A, Cl, Br, I , At) untuk menghafal Golongan Halogen. Lina Nangis Karena Ruby cinta Fransiska untuk menghafal Golongan Logam Alkali (Litium, Natrium, Kalium, Rubidium dan Fransium), atau untuk golongan IIA , Beli mangga Campur Sirup Bagi rata (Berilium, Magnesium, Calsium, Stronsium dan Radium).

· Rhymes and Songs. Banyak orang yang jauh lebih jago menghafal lirik lagu dibandingkan pelajaran, maka dalam menghafal sesuatu, metode ini cocok untuk digunakan. Misalnya dalam mengingat nama-nama hari atau alfabet waktu kecil, kita diajarkan menghafalnya dengan lagu. Nah, itu adalah conton dari metode mnemonic rhymes and songs.Misalnya menyanyikan Gerak , abduktor, adduktor, fleksor, elevator, pronator dan supinator, dinyanyiakan sambil bergerak sesuai yang dimaksud.

· Metode Loci. Metode ini bisa dipakai jika kita harus mengingat banyak hal dalam satu waktu. Misalnya untuk menghafal unsur-unsur kimia, kita menggunakan barang-barang yang ada di kamar kita, contohnya laci sebagai Oksigen, pintu sebagai Hidrogen, dan sebagainya.

· Chunking. Ini teknik yang digunakan jika ingin menghafal angka. Teorinya adalah, daripada menghafal delapan digit angka secara bersamaan, lebih baik membagi angka-angka itu ke beberapa bagian. Misalnya untuk angka 47857988, bisa dibagi ke 478-579-88.

* Link System. Teknik ini digunakan dalam menghafal daftar. Kita bisa mencoba menggunakan mnemonic link system. Misalnya kita perlu menghafal daftar yang di dalamnya terdiri dari: anjing, amplop, angka 13, benang, dan jendela. Kita bisa membuat sebuah cerita, seekor anjing mengirim amplop ke rumah nomor 13 yang isinya benang lewat jendela. Lebih mudah, kan?

Untuk pembelajaran, cara penggunaan mnemonic sebagai berikut: (1) siapkan fakta atau kata kunci dari materi pelajaran yang harus diingat, (2) kaitkan kata-kata tersebut antara satu dengan yang lain, (3) buat visualisasi (khayalan) di dalam pikiran, (4) panggil ulang kata-kata tersebut.

Imajinasi/ visualisasi, adalah sesuatu yang Anda gunakan untuk membuat dan memperkuat asosiasi yang dibutuhkan, untuk membuat mnemonic menjadi efektif. Imajinasi Anda adalah tool Anda untuk membuat mnemonic yang bermanfaat untuk Anda. Semakin kuat apa yang Anda imajinasikan dan visualisasi sebuah situasinya, maka semakin efektif pula akan melekat di dalam pikiran Anda jika suatu saat Anda perlu mengingatnya kembali. Gambaran imajinasi pikiran Anda dapat berupa kehebatan Anda, semangat Anda, atau sensualitas seperti yang Anda inginkan, selama hal tersebut dapat memudahkan ingatan Anda.

Asosiasi, adalah sebuah metode yang digunakan untuk menghubungkan sesuatu yang perlu diingat dengan jalan untuk mengingatnya. Anda dapat melakukannya dengan cara :

* Menempatkan sesuatu di tingkat teratas di setiap hal yang perlu diingat
* Memadukan atau menghubungkan hal tersebut
* Menyatukan gambaran imajinasi
* Melingkupi gambaran imajinasi tersebut di sekeliling benda atau hal yang perlu diingat
* Memutar imajinasi yang mengelilinginya atau memadukan imajinasi dengan hal atau benda tersebut
* Menghubungkan semua benda atau hal yang perlu diingat dengan warna, bau, bentuk atau rasa yang sama
* Sebagai contoh, Anda dapat menghubungkan angka 1 dengan visualisasi bentuk 1 seperti tombak yang digunakan untuk menombak.

Lokasi, akan memberikan dua hal kepada Anda, yakni Anda dapat menempatkan informasi dalam context secara langsung, dan sebuah jalan memisahkan mnemonic satu dengan yang lainnya. Dengan men-setting mnemonic satu dalam contoh, Wimbledon, dan memisahkan mnemonic lainnya dalam Indonesia, maka Anda dapat memisahkan mnemonic pikiran Anda tanpa adanya kebingungan. Anda dapat membangun selera dan atmosfir dari lokasi informasi tersebut ke dalam mnemonic Anda, untuk memperkuat rasa dari lokasi informasi ingatan yang Anda pilih.

Misalnya siswa harus mengingat 10 kata kunci berikut: Rusia, Amerika, Gajah, Pelawak, Api, Taj Mahal, Mesir, Hitam, Matahari, Laut (diadopsi dari Kapadia, 2003:56-57 dengan penyesuaian) . Kata-kata itu kemudian dikaitkan dengan teknik mnemonic.

Contoh kaitan mnemonic: Rusia berperang melawan Amerika dan mengubah Amerika menjadi seekor gajah. Gajah itu dinaiki seorang pelawak yang pergi ke Indonesia untuk menonton API (Akademi Pelawak TPI). Pelawak itu kemudian mengajak peserta API ke India untuk menyaksikan Taj Mahal. Dari India, mereka melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk menyaksikan piramida. Di Mesir, mereka bertemu orang-orang yang berkulit hitam. Mereka heran dan bertanya mengapa orang-orang itu berkulit hitam, yang dijawab bahwa mereka terbakar matahari. Mendengan jawaban itu mereka kaget dan jatuh ke laut.

Dari contoh kaitan mnemonic di atas terlihat bahwa pikiran (ide) satu saling berkait dengan pikiran yang kedua dan seterusnya. Satu pikiran diikat oleh pikiran berikutnya seperti rantai. Jika kita mengingat satu pikiran, maka pikiran lainnya akan mengikutinya secara otomatis. Kaitan yang tersusun menyerupai sebuah cerita itu semakin memudahkan siswa mengingat keseluruhan kata, karena kata-kata yang semula seperti tidak saling berhubungan kini semuanya tampak logis dan saling terkait.

Visualisasi dalam mnemonic dilakukan, misalnya dengan membuat gambaran mental tentang seekor gajah yang dinaiki lima orang pelawak. Di atas kepala mereka tampak matahari bersinar terang dan membakar tubuh orang-orang berkulit hitam. Atau visualisasi yang lebih aneh agar hasilnya maksimal. Revisi dilakukan dengan memanggil ulang kata-kata kunci di atas.

Penggunaan teknik mnemonic ini mendukung program pembelajaran yang menarik sehingga perlu dipraktikkan di kelas. Untuk menyegarkan ingatan Anda tentang pembelajaran yang menarik, silakan cek kembali tentang artikel pembelajaran yang menarik di sini. Atau jika perlu, cek juga definisi guru sukses di sini.

Dikembangkan dari Milis TCI oleh Darwono,
Penulis Pernah mengajar Matematika, Kimia, Biologi, IPA Tepadu, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Berbagai sekolah dan Bimbingan Test Ternama, Trainer Nasional Community Development dan Manajemen.


 

dari : www.doitsoteam.blogspot.com